
1. Lokasi dan Aksesibilitas
Wisata Mangrove Lembar Selatan terletak di Desa Cemare, Kecamatan Lembar, Lombok Barat. Lokasinya berada tidak jauh dari Pelabuhan Lembar, pelabuhan penyeberangan utama antara Lombok dan Bali, sehingga mudah diakses dari pusat kota Mataram (sekitar 30–45 menit perjalanan darat).
2. Potensi Wisata
Ekowisata mangrove ini memiliki potensi besar dari sisi keindahan alam, edukasi lingkungan, dan ekonomi masyarakat lokal. Beberapa daya tarik utamanya meliputi:
- Hutan Mangrove yang Asri: Kawasan ini ditanami berbagai jenis mangrove seperti Rhizophora sp., Avicennia sp., dan Bruguiera sp. yang membentuk lorong alami menarik.
- Jalur Tracking Kayu: Disediakan jalur jembatan kayu di atas air, memudahkan pengunjung menikmati hutan mangrove sambil berjalan kaki atau berfoto.
- Menara Pandang: Ada menara pandang untuk melihat pemandangan laut dan kawasan hutan dari atas.
- Spot Fotografi Instagramable: Beberapa titik dilengkapi dekorasi kreatif dari bahan alami yang cocok untuk wisata keluarga dan anak muda.
- Wisata Perahu: Tersedia perahu kecil untuk menyusuri hutan bakau dari sisi perairan.
- Pendidikan Lingkungan: Sangat cocok sebagai lokasi edukasi untuk pelajar tentang pentingnya ekosistem mangrove dan konservasi pesisir.
3. Peran dalam Konservasi
Hutan mangrove di Lembar Selatan berfungsi penting dalam:
- Menahan abrasi pantai,
- Melindungi habitat biota laut, seperti kepiting, ikan, dan udang,
- Meningkatkan kualitas air laut dan udara,
- Sebagai karbon sink (penyerap karbon) alami.
4. Pengelolaan dan Keterlibatan Masyarakat
Wisata ini dikelola secara kolaboratif antara:
- Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat,
- Pemerintah Desa Cemare dan Kecamatan Lembar,
- Dinas Pariwisata Lombok Barat,
- Lembaga swadaya masyarakat dan akademisi.
Masyarakat dilibatkan dalam kegiatan seperti:
- Menjadi pemandu wisata,
- Menyediakan warung atau kuliner khas,
- Jasa sewa perahu dan penjaga kawasan.
5. Tantangan dan Harapan
Tantangan:
- Kebutuhan dana untuk perawatan jalur tracking,
- Kesadaran pengunjung terhadap kebersihan lingkungan,
- Ancaman perusakan ekosistem oleh aktivitas tambak ilegal atau pembangunan pesisir.
Harapan:
- Meningkatnya kunjungan wisata berkelanjutan,
- Dukungan dari pemerintah dalam bentuk pelatihan, promosi, dan infrastruktur,
- Kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk penelitian dan pendampingan masyarakat.
6. Kesimpulan
Wisata Mangrove Lembar Selatan adalah contoh sukses integrasi konservasi alam, pemberdayaan masyarakat, dan pariwisata edukatif. Potensi ini dapat terus dikembangkan melalui promosi digital, peningkatan sarana-prasarana, serta pelibatan aktif generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan ekowisata mangrove.